Kasus keracunan massal akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, terus menyita perhatian publik. Dari 220 siswa penerima program, laporan awal mencatat 157 siswa mengalami gejala keracunan. Namun hingga Kamis (18/9/2025) malam, jumlah korban meningkat tajam dan telah menembus 200 lebih siswa.
Korban mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sebagian besar sempat mendapatkan perawatan di RS Trikora Salakan maupun fasilitas kesehatan terdekat, dengan puluhan siswa masih dalam pemantauan intensif tim medis.
Mahasiswa Kritik Lemahnya Pengawasan
Faisal Badaun, mahasiswa sekaligus pemuda asal Banggai Kepulauan, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah pusat. Menurutnya, insiden ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
“Program yang seharusnya membawa manfaat justru membahayakan. Ini bukti lemahnya pengawasan dari hulu ke hilir. Presiden harus turun tangan memastikan ada evaluasi total,” tegas Faisal.
Ia menekankan pentingnya pengujian bahan makanan serta proses distribusi yang ketat agar tidak ada celah yang membahayakan kesehatan anak-anak penerima manfaat.
Dorongan Investigasi Menyeluruh
Faisal meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh agar akar masalah dapat ditemukan. Pihak yang terbukti lalai atau bertanggung jawab harus diberi sanksi sesuai hukum.
Selain itu, ia mengingatkan perlunya transparansi informasi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa yang kini diliputi kecemasan.
“Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bangkep harus bergerak cepat. Tapi tanpa dukungan penuh pemerintah pusat, penanganan tidak akan efektif,” tambahnya.
Pentingnya Keamanan Pangan
Kasus ini, kata Faisal, menjadi peringatan serius bagi pemerintah dalam memastikan bahwa program nasional seperti MBG benar-benar aman. Menurutnya, keamanan pangan adalah kunci keberhasilan upaya meningkatkan kesehatan generasi muda Indonesia.












