Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 150 siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.
Kabid Advokasi dan Isu-Isu Daerah Kamimo Banggai menilai insiden yang terjadi pada Rabu (17/9/2025) itu merupakan bukti lemahnya pengawasan distribusi serta kualitas makanan.
“Program MBG pada dasarnya sangat baik untuk mendukung gizi anak sekolah. Tetapi jika tidak diiringi standar mutu yang jelas dan pengawasan ketat, justru murid yang menjadi korban,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya audit menyeluruh terhadap pihak penyedia makanan, mencakup proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi. Selain itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan harus segera dipublikasikan secara transparan.
“Kejadian ini tidak boleh dianggap sepele. Anak-anak berhak mendapat jaminan makanan yang sehat dan aman. Pemerintah daerah harus menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan, bukan hanya sekadar penanganan darurat,” lanjutnya.
Kamimo Banggai juga menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mendukung langkah hukum jika terbukti ada kelalaian dalam pelaksanaan program MBG.












