Salakan – Kasus keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan terus menuai sorotan. Ketua Umum Kamimo, Sunatullah A.W. Karim, mengecam keras insiden yang terjadi pada Rabu (17/9/2025) sore dan menimpa ratusan siswa penerima program.
Awalnya dilaporkan 157 dari 220 siswa terdampak, namun jumlah korban kini telah menembus 200 lebih pelajar dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Beberapa siswa bahkan masih dirawat di fasilitas kesehatan setempat.
“Program yang seharusnya meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, justru berubah menjadi petaka. Ini tragedi yang sangat memprihatinkan,” tegas Sunatullah, Kamis (18/9/2025).
Tuntutan Kamimo Banggai
Kamimo Banggai menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden ini dan mendesak pemerintah mengambil langkah konkret. Beberapa poin sikap yang disampaikan, antara lain:
- Memperketat standar operasional program MBG, khususnya dalam pengawasan kualitas makanan.
- Menindak tegas dan memberi sanksi kepada pihak yang terbukti lalai hingga menyebabkan kejadian ini.
- Menjamin adanya langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terulang.
“Generasi penerima MBG adalah masa depan bangsa. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh menjaga kesehatan dan keselamatan mereka,” lanjutnya.
KaMimo menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan keamanan pangan yang diberikan. Mereka mendesak agar investigasi segera dilakukan secara transparan, serta hasilnya diumumkan kepada publik demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.












