BB – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banggai, Wardani Murad Husain, kembali memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, terkait kebutuhan mendesak pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Ondo Ondolu. Ketiadaan fasilitas jembatan selama puluhan tahun membuat anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras, sehingga keselamatan mereka setiap hari berada dalam ancaman.
Situasi ini sempat viral di berbagai platform media sosial dan menarik perhatian media nasional. Dalam laporan Kompas TV pada 25 September 2023, disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai berencana mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan penghubung yang menjadi akses utama pelajar dari Desa Masungkang.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Banggai, Muhlis Pampawa, mengonfirmasi bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut akan segera dianggarkan, dan Dinas Pekerjaan Umum telah ditugaskan melakukan survei lapangan.
Ia menambahkan, selama ini rencana pembangunan belum terealisasi karena keterbatasan anggaran daerah.
Sejak 2005, pelajar Desa Masungkang harus menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah. Bila terjadi banjir, aktivitas belajar mereka terhenti total karena tidak ada jalur alternatif. Kondisi inilah yang kembali ditegaskan oleh Wardani Murad dalam rapat pembahasan KUA-PPAS bersama TAPD pada Selasa, 18 November 2025.
Wardani menekankan bahwa pembangunan jembatan penghubung dua desa tersebut harus menjadi prioritas utama dan masuk dalam belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan pada APBD 2026.
“Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini terus berlanjut. Ini menyangkut keselamatan anak-anak sekolah. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu kehadiran jembatan ini,” tegasnya.
Selain memperjuangkan kebutuhan warga Masungkang, Wardani turut meminta Pemda memperbaiki jembatan menuju area persawahan di Desa Uwelolu, Kecamatan Toili Jaya. Ia menilai struktur jembatan usaha tani tersebut sudah tidak layak dan berdampak pada kelancaran distribusi hasil pertanian.
“Infrastruktur pertanian seperti ini harus menjadi perhatian agar mobilitas petani lancar, biaya distribusi efisien, dan nilai ekonomi hasil panen meningkat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Moh. Ramli Tongko menjelaskan bahwa alokasi anggaran 2026 masih didominasi proyek multiyears, yaitu pembangunan Rumah Sakit Luwuk dan peningkatan akses jalan Lumpoknyo–Pasar Tua untuk mengurai kemacetan Kota Luwuk.
“Keterbatasan anggaran membuat kami prioritaskan pembangunan RS Luwuk dan akses jalan kota. Namun aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian,” jelasnya.












